Translate This Page

Kamis, 28 Mei 2020

ANALISIS ITEM

Untuk mengetahui karakteristik item yang baik dalam suatu penelitian, maka dilakukanlah proses analisis terhadap item. Analisis item merupakan prosedur statistika yang digunakan untuk membantu membuat keputusan tentang item-item mana yang baik, dan mana item yang perlu direvisi serta mana item yang harus dibuang. Menurut Azwar (2009), analisis item merupakan proses pengujian parameter item (daya beda dan tingkat kesulitan item) dengan tujuan untuk mengetahui apakah item memenuhi persyaratan psikometris yang kemudian digunakan sebagai bagian dari tes. Lebih lanjut lagi, Azwar (2009) juga menjelaskan bahwa hasil analisis item menjadi dasar dalam seleksi item, di mana item-item yang tidak memenuhi syarat psikometris akan direvisi terlebih dahulu.

Teknik untuk melakukan analisis item dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara garis besar analisis kualitatif dilakukan terkait dengan validitas isi dan prosedur penulisan yang baik, sedangkan analisis kuantitatif terkait dengan pengukuran tingkat kesulitan item dan daya beda. Menurut Guilford & Frutcher (dalam Huang, 2013), tujuan melakukan analisa item adalah untuk meningkatkan reliabilitas dan validitas suatu alat ukur. Berikut merupakan suatu bentuk analisa review konstrak, analisa kualitatif, dan analisa kuantitatif dalam jurnal pengembangan alat ukur motivasi membaca pada remaja (oleh Felicia, Mularsih, H., & Tiatri, S., 2017):

 

A.    Analisa Review Konstrak

1.      Review Komponen

Schiefele & Schaffner (dalam Felicia, dkk., 2017), memberi pengertian motivasi membaca sebagai suatu antusias dalam mendorong untuk melakukan aktivitas membaca. Dari definisi operasional tersebut, terdapat 7 komponen motivasi membaca, yaitu sebagai berikut:

Tabel 1.1   Komponen Konstrak Motivasi Membaca

Konstrak

Komponen

Motivasi Membaca

Rasa Ingin Tahu

Keterlibatan

Nilai Akademik

Kompetisi

Pengakuan Sosial

Regulasi Emosi

Bebas dari Kebosanan

     *Sumber: Schiefele & Schaffner (dalam Felicia, dkk., 2017).

2.      Review Indikator Perilaku

Selanjutnya, dari komponen-komponen tersebut diturunkan menjadi indikator perilaku sebagai berikut:

Tabel 1.2   Indikator Perilaku Komponen Motivasi Membaca

No.

Komponen

Indikator Perilaku

1

Rasa Ingin Tahu

Merasa tertarik pada topik bacaan yang diminati dan dapat mempelajari lebih lanjut

2

Keterlibatan

Dapat mengalami perasaan yang positif (seperti tenggelam dalam cerita atau mengalami tindakan imajinatif)

3

Nilai Akademik

Dapat meningkatkan nilai akademik atau prestasi di sekolah

4

Kompetisi

Dapat mengungguli teman sekelas di sekolah (dalam pemahaman materi)

5

Pengakuan Sosial

Mendapatkan pujian karena sering membaca

6

Regulasi Emosi

Mampu mengatasi emosi negatif seperti amarah atau kesedihan

7

Bebas dari Kebosanan

Dapat mengatasi kebosanan dan mengisi waktu karena aktivitas yang lebih diinginkan tidak tersedia.

                        *Sumber: Schiefele & Schaffner (dalam Felicia, dkk., 2017).

3.      Review Item

Kemudian Felicia, dkk. (2017) juga melampirkan contoh butir kuesioner motivasi membaca pada remaja. Yaitu berupa item-item pernyataan yang berpedoman pada indikator perilaku yang telah dibuat. Item tersebut telah dilakukan revisi yang kemudian menghasilkan item final dalam bentuk butir kuesioner positif dan negatif.

Tabel 1.3   Item-item Indikator Perilaku Motivasi Membaca

Indikator Perilaku

Item (Butir Kuesioner)

Positif

Negatif

Rasa Ingin Tahu

(1) Saya bersemangat membaca agar saya memperoleh pemahaman tentang topik tertentu.

v

 

(23) Saya tidak bersemangat membaca meskipun topik bacaan tersebut menarik.

 

v

Keterlibatan

(2) Saya bersemangat membaca agar saya dapat berimajinasi tentang bacaan tersebut.

v

 

(24) Saya tidak bersemangat membaca padahal saya tahu akan mendapatkan gambaran cerita lebih utuh dengan membaca.

 

v

Nilai Akademik

(3) Saya bersemangat membaca karena ingin memperoleh nilai pelajaran yang lebih baik di sekolah.

v

 

(25) Saya tidak bersemangat membaca meskipun membaca dapat meningkatkan prestasi saya.

 

v

Kompetisi

(4) Saya bersemangat membaca agar saya lebih mudah mengerti isi bacaan dibandingkan dengan teman-teman sekolah saya.

v

 

(26) Saya tidak bersemangat membaca padahal saya tahu pengetahuan saya akan bertambah karena membaca dibandingkan dengan teman-teman sekolah saya.

 

v

Pengakuan Sosial

(12) Saya bersemangat membaca agar orang lain berpikir bahwa saya rajin membaca.

v

 

(34) Saya tidak bersemangat membaca walaupun teman-teman saya sering membaca.

 

v

Regulasi Emosi

(6) Saya bersemangat membaca agar saya dapat mengatasi kegelisahan saya.

v

 

(28) Saya tidak bersemangat membaca padahal membaca dapat membantu saya mengatasi kesedihan saya.

 

v

Bebas dari Kebosanan

(7) Saya bersemangat membaca agar dapat mengisi waktu kosong.

v

 

(29) Saya tidak bersemangat membaca karena saya tetap bosan dengan membaca.

 

v

            *Sumber: Felicia, dkk. (2017).

 

B.     Analisa Kualitatif

Penelitian dalam jurnal Felicia, dkk. (2017) dianalisa secara kualitatif oleh berbagai pihak yang berhubungan dengan dengan alat ukur tersebut. Aspek yang dievaluasi secara kualitatif dari item-item yaitu sebagai berikut:

1.      Analisis Ahli Konstrak

Felicia, dkk. (2017) meminta penilaian oleh ahli (expert judgment), yaitu dari tiga orang dosen Psikologi Pendidikan Universitas Tarumanagara Jakarta yang sering berkecimpung dalam bidang membaca. Hasil dari penilaian ahli menunjukkan ada 28 butir dari 37 butir yang dianggap sudah mengukur hal yang diukur oleh tiga ahli. Berdasarkan penilaian ahli tersebut, peneliti mendapatkan masukan untuk melakukan revisi butir serta menambahkan butir-butir negatif dalam alat ukur motivasi membaca pada remaja. Selain itu, dosen-dosen memberikan masukan bahwa butir-butir alat ukur perlu disusun dengan lebih bervariasi baik dalam konten maupun pemilihan kata-kata. Namun, peneliti diingatkan untuk tetap konsisten dalam menyusun butir-butir agar mengukur dimensi yang dituju.

2.      Analisis Ahli Psikometri

Felicia, dkk. (2017) tidak meminta tanggapan tentang properti psikometri yang digunakan pada ahli psikologi yang melakukan konstruksi alat ukur tersebut. Namun, peneliti sudah mengikuti saran dari penelitian sebelumnya dan telah mendapat penilaian dari tiga dosen psikologi yang sering melakukan penelitian dibidang membaca.

3.      Analisis Tata Bahasa

Felicia, dkk. (2017) meminta seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang fasih berbahasa Inggris (lulusan doktoral dari universitas di Amerika) untuk menerjemahkan kembali kuesioner tersebut ke dalam bahasa Inggris. Hasil terjemahan bahasa Inggris tersebut dicocokkan dengan butir kuesioner asli, mengalami revisi satu kali, lalu diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Inggris. Setelah itu, hasilnya dicocokkan kembali dengan butir kuesioner asli. Tingkat kecocokkannya tinggi (97,2% dari butir hasil back translation memiliki makna yang sama dengan butir asli kuesioner dalam bahasa Inggris).

4.      Analisis Oleh Subjek

Felicia, dkk. (2017) kemudian menguji validitas muka kuesioner dalam bahasa Indonesia yang telah lolos dalam tahap back to back translation. Uji validitas muka kuesioner ini dilakukan kepada 3 orang siswa SMA X. Peneliti mendapat masukan mengenai pemilihan kata yang sesuai dengan pengetahuan mereka sebagai perwakilan remaja. Selain itu, mereka memberi ide bagi peneliti untuk menyusun kuesioner menjadi lebih mudah dibaca dan dimengerti.

 

 

C.     Analisa Kuantitatif

Setelah analisa kualitatif dan uji coba dilaksanakan, selanjutnya adalah analisa kuantitatif item-item tersebut. Pada penelitian Felicia, dkk. (2017), indeks diskriminasi item dilakukan dengan model korelasi item dengan skor total. Hasil analisis dengan 74 sampel menunjukkan bahwa tingkat reliabilitas dari alat ukur motivasi membaca pada remaja tergolong baik (Cronbach’s Alpha = 0,881). Standar reliabilitas yang digunakan adalah 0,7 (oleh Gliem & Gliem dalam Felicia, dkk., 2017).

Berdasarkan tabel Pearson r dalam Felicia, dkk. (2017), r tabel untuk jumlah sampel 74 orang adalah 0,235. Sementara itu, hasil uji validitas konstruk yang dilihat dari korelasi butir-total menunjukkan terdapat 37 butir yang valid (r < r tabel = 0,235, p < 0,05). Butir yang dibuang berdasarkan uji validitas konstruk ini adalah nomor 3, 5, 12, 17, 28, dan 35. Berikut meupakan tabel 3.1 yang menunjukkan hasil uji reliabilitas pada penelitian tersebut:

Tabel 3.1   Hasil Uji Reliabilitas (37 Butir)

No. Butir

Korelasi Butir-Total Dikoreksi

No. Butir

Korelasi Butir-Total Dikoreksi

No. Butir

Korelasi Butir-Total Dikoreksi

1

0,238*

14

0,364*

27

0,398*

2

0,438*

15

0,337*

28

-0,306

3

0,230

16

0,359*

29

0,608*

4

0,494*

17

0,355*

30

0,470*

5

0,102

18

0,590*

31

0,642*

6

0,380*

19

0,360*

32

0,397*

7

0,446*

20

0,348*

33

0,397*

8

0,340*

21

0,443*

34

0,568*

9

0,426*

22

0,685*

35

0,206

10

0,369*

23

0,278*

36

0,630*

11

0,294*

24

0,352*

37

0,510*

12

0,171

25

0,485*



13

0,477*

26

0,377*



*Sumber: Felicia, dkk. (2017).

 

Setelah membuang butir yang tidak valid, peneliti melakukan uji reliabilitas dan validitas kembali. Hasilnya menyatakan bahwa terdapat 32 butir yang ada valid dan reliabel (Cronbach’s Alpha= 0,897). Tabel 3.2 menunjukkan hasil uji reliabilitas dengan 32 butir.

Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas (32 Butir)

No. Butir

Korelasi Butir-Total Dikoreksi

No. Butir

Korelasi Butir-Total Dikoreksi

No. Butir

Korelasi Butir-Total Dikoreksi

1

0,242*

15

0,314*

26

0,363*

2

0,446*

16

0,386*

27

0,423*

4

0,451*

17

0,204

29

0,629*

6

0,377*

18

0,624*

30

0,480*

7

0,481*

19

0,355*

31

0,652*

8

0,351*

20

0,315*

32

0,395*

9

0,437*

21

0,461*

33

0,396*

10

0,337*

22

0,692*

34

0,579*

11

0,247*

23

0,318*

36

0,649*

13

0,480*

24

0,373*

37

0,537*

14

0,383*

25

0,478*

 

 

*        *Sumber: Felicia, dkk. (2017).

 

Kemudian untuk hasil akhirnya, pada tabel 3.3 menunjukkan blueprint kisi-kisi alat ukur motivasi membaca pada remaja yang sudah valid secara konten dan konstruk serta layak untuk digunakan dalam penelitian-penelitian.

Tabel 3.3   Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Membaca pada Remaja yang Sudah Valid

Dimensi

Butir Alat Ukur

Total

 

Positif

Negatif

 

Rasa Ingin Tahu

1, 8, 15, 20

23, 30

6

Keterlibatan

2, 9, 16, 21

24, 31

6

Nilai Akademik

10

25, 32

3

Kompetisi

4, 11

26, 33

4

Pengakuan Sosial

-

27, 34, 37

3

Regulasi Emosi

6, 13, 18, 22

-

4

Bebas dari Kebosanan

7, 14, 19

29, 36

5

Total Butir

18

13

31

              *Sumber: Felicia, dkk. (2017).

 

 


SUMBER REFERENSI

 

Azwar, S. (2009). Reliabilitas dan Validitas. Cetakan IX. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Felicia, Mularsih, H., & Tiatri, S. (2017).  Pengembangan alat ukur motivasi membaca pada remaja. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni. 1(2). 248-258. https://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/download/973/922. Diakses pada 9 April 2020. 20:01 WIB.

Huang, H. (2013). Analisis Item. Artikel Online. Homepages. https://www.globalstatistik.com/analisis-item/. Diakses pada 9 April 2020. 20:30 WIB.

VALIDITAS

Untuk membuktikan keberadaan atribut psikologi , diperlukan suatu pengukuran yang tepat. Pengukuran yang tepat akan menghasilkan skor yang...